Mendidik anak itu pada dasarnya adalah mudah.
Karena:
– Allah ta’ala telah memberikan bekal Iman, Islam, dan kebaikan-kebaikan lainnya kepada setiap anak, dengan menjadikan setiap anak yang lahir dalam keadaan fitrah atau berkarakter (QS. Ar Rum:30)
– Allah telah memberikan “user manual” atau petunjuk yang sederhana, jelas, dan teruji untuk mendidik anak melalui Rasul Nya, yaitu bersumber dari Al Qur’an dan Hadits.
– Allah tidak membebani seorang hamba di luar kemampuannya (QS. Al Baqarah:286)
– Allah tidak tidur untuk selalu mendidik anak-anak kita. Karena Dialah murobi/pendidik yang sebenarnya.
– Setiap orang tua telah dikaruniai fitrah mendidik yang khusus bagi anak-anak nya.
– Allah tidak memberi target keberhasilan dalam mendidik anak. Tugas manusia hanyalah berusaha, sedangkan hasilnya di tangan Allah ta’ala.

Sehingga Mendidik anak menjadi sholeh/sholehah, itu LEBIH MUDAH dari pada menjadikannya jahat, karena untuk menjadikannya jahat harus bersusah payah merubah dari aslinya, yaitu harus memodifikasi fitrah.

Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

اِنَّ الدِيْنَ يُسْرٌ, وَمَنْ يُشَادَّ الدِيْنَ اَحَدٌ اِلاَّ غَلَبَهُ)… رواه البخاريُّ وَفِي لَفْظٍ لِلْبُخَارِيِّ “وَالْقَصْدَ الْقَصْدَ تَبْلُغُوْا”(

“Sesungguhnya Agama (Islam) itu mudah, Tidaklah seseorang mempersulit (berlebih-lebihan) dalam agama melainkan ia akan dikalahkan…” (HR. Bukhari, dan pada sebuah lafaz Bukhari disebutkan, “Sederhanalah, sederhanalah niscaya kalian akan sampai“)

Jika masih ada kesulitan, stress, marah-marah, anak-anak tertekan, galau dalam mendidik anak, bisa jadi cara yang digunakan masih keliru atau terlalu berlebih-lebihan sehingga menyimpang dari ”user manual”yang Allah telah berikan.

Firman Allah ta’ala:

وَمَا كَانَ لِمُؤْمِنٍ وَلَا مُؤْمِنَةٍ إِذَا قَضَى اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَمْرًا أَن يَكُونَ لَهُمُ الْخِيَرَةُ مِنْ أَمْرِهِمْ ۗ وَمَن يَعْصِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ ضَلَّ ضَلَالًا مُّبِينًا
Dan tidaklah pantas bagi laki-laki yang mukmin dan tidak (pula) bagi perempuan yang mukmin, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. Dan barangsiapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya maka sungguhlah dia telah sesat, sesat yang nyata (QS. Al Ahzaab:36).

Pendidikan itu sederhana, barangsiapa yang memperumit pendidikan, maka dia akan mengalami kesulitan dan kebosanan dalam mendidik. Dan barang siapa mengambil metode pendidikan yang bukan dari Allah dan Rasul Nya, maka dia akan tersesat dalam mandidik anaknya.

Namun …
Mudah dalam hal ini bukan berarti bermudah-mudahan dan lalai dengan pendidikan, tetapi sesuatu yang mudah tersebut dilaksanakan dengan kesungguhan, kesabaran, dan menggantungkan urusan pendidikan ini kepada Allah ta’ala. Karena tanpa pertolongan Allah sekejap mata saja kita tidak mampu berbuat apapun walaupun hal itu sangatlah mudah.
Sebagai mana doa yang diajarkan Nabi, yang dibaca pada dzikir pagi dan petang:

يَا حَيُّ يَا قَيُّوْمُ بِرَحْمَتِكَ أَسْتَغِيْثُ، اَصْلِحْ لِيْ شَأْنِيْ كُلَّهُ وَلاَ تَكِلْنِيْ إِلَى نَفْسِيْ طَرْفَةَ عَيْنٍ
“Wahai Rabb Yang Maha Hidup, wahai Rabb Yang Berdiri Sendiri tidak butuh segala sesuatu, dengan rahmat-Mu aku minta pertolongan, perbaikilah segala urusanku dan jangan diserahkan kepadaku sekali pun sekejap mata tanpa mendapat pertolongan dari-Mu” (HR. Ibnu As Sunni dan An-Nasa’i)

Kholik
Sekolah Karakter Imam Syafi’i (SKIS) Semarang