KAPAN ANAK MULAI ber “SEKOLAH”?

Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
عَلِّمُوا الصَّبِيَّ الصَّلاَةَ ابْنَ سَبْعِ سِنِينَ وَاضْرِبُوهُ عَلَيْهَا ابْنَ عَشْرٍ
“Ajarilah sholat pada anak yang berumur tujuh tahun, dan pukullah jika tidak sholat pada umur sepuluh tahun”. (Tirmidzi, kitabus sholah, 372)
Dan hadits yang lain:
مُرُوا أَوْلادَكُمْ بِالصَّلاةِ وَهُمْ أَبْنَاءُ سَبْعِ سِنِينَ وَاضْرِبُوهُمْ عَلَيْهَا وَهُمْ أَبْنَاءُ عَشْرٍ وَفَرِّقُوا بَيْنَهُمْ فِي الْمَضَاجِع
“Perintahkan anakmu sholat pada saat umur 7 tahun, dan pukullah jika tidak mau sholat pada saat umur 10 tahun, dan pisahkan tempat tidurnya diantara mereka”. (HR: Abu Dawud, 495)
Ibadah yang paling agung yaitu shalat mulai diajarkan pada anak usia 7 tahun (tahun Hijriyah), masa ini anak mulai memasuki usia “tamyiz”, yaitu:
– Pikiran mulai tumbuh sehingga dapat membedakan mana yang baik dan mana yang buruk.
– Otak kiri mulai tumbuh seimbang dengan otak kanan, sehingga mulai tumbuh sifat pembelajarnya, dan senang mempelajari sesuatu.
– Sifat egosentris mulai bergeser ke sosiosentris, sehingga egonya mulai menurun dan mulai memiliki sifat sosial dan toleran untuk memulai berkomunitas
– Mulai ditanamkan adab, karena dalam bersosial atau berkomunitas harus memiliki adab.
– Mulai banyak memiliki gagasan-gagasan terkait dengan bakatnya.
– Mulai tumbuh kesadaran bahwa Allah sebagai Robb pengatur alam semesta, sehingga anak mulai tertarik dengan sistem kerja alam semesta dan isinya.
Sehingga dapat disimpulkan bahwa seharusnya anak mulai bersekolah atau berkomunitas pada usia 7 tahun, mulai belajar sesuatu diluar dirinya, mulai mengeksplorasi alam ini.
Lalu dimana anak belajar ketika umurnya belum 7 tahun (0-7 th)?
Belajarnya di “rumah”, karena pada usia kurang dari 7 tahun adalah :
– Masa penumbuhan karakter iman, karena karakter iman akan tumbuh efektif dengan penyusuan ASI dan pengasuhan oleh orang tuanya di rumah.
– Masa pengembangan ego dan belum ditanamkan adab, sehingga akan terbentur dengan adab ketika bersekolah atau berkomunitas.
– Otak kanan lebih dominan dari otak kiri sehingga pikirannya belum mapan, masih sulit untuk belajar bernalar.
Jadi…
Perlukah sekolah PAUD atau TK bagi anak-anak kita?

Abdul Kholiq
Sekolah Karakter Imam Syafi’i (SKIS) Semarang
#Sekolah usia 7 – Aqil Baligh

SHARE
Previous articleSetiap Anak adalah Hebat
Next articleBerani Tampil Beda

LEAVE A REPLY