Notulensi Kulwap Fitrah based Education (Pendidikan berbasis Fitrah)

WAG HEbAT Community – Solo Raya

🗓 Senin : 4 Desember 2017
👤 SME : Ust. Harry Santosa
🔑 Admin : bunda Ratna
🎤 Host : bunda Siwi
🖊 Notulis : bunda Deasy

Mendidik Anak dengan Kekuatan Fitrah

Sesungguhnya setiap anak telah Allah instal fitrah, yang apabila dididk dengan benar sesuai fitrahnya maka kelak fitrah itu akan menjadi peran peradaban terbaiknya.

Jadi tidak perlu banyak cemas dan gelisah, obsesif dan pesimis, apalagi banyak intervensi dan menggegas yang malah akan merusak fitrah ananda. Banyaklah bersyukur terhadap fitrah ananda karena Allah telah siapkan semuanya dalam fitrah ananda.

Fitrah adalah innate goodness atau bawaan baik dalam diri ananda, yang perlu dirawat dan dibangkitkan serta ditumbuhkan dengan penuh cinta, ketulusan dan ketelatenan sehingga mencapai peran terbaiknya sesuai maksud penciptaan Allah.

Fitrah itu seperti Feature (Fitur) pada sebuah gadget, yang sudah diinstal ketika kita menerima gadget, jadi hanya perlu diaktifasi saja dan diinteraksikan dalam keseharian sehingga berfungsi maksimal. Tidak diperkenankan mengunduh aplikasi yang mengganggu fitur ini sehingga berkinerja buruk bahkan menyebabkan gadget “hang”.

Maka dalam mendidik fitrah kita hanya memerlukan rasa syukur yang mendalam, mengaktifasi dari dalam (inside out) dengan penuh cinta bukan banyak mengintervensi atau menjejalkan apapun (outside in) dengan penuh obsesi kecuali yang relevan dengan keunikan dan tahapannya.

Ibarat benih, fitrah memerlukan tahapan dalam menumbuhkannya, tidak berlaku kaidah makin cepat makin baik. Banyak orangtua tergesa menjadikan anak mereka shalih atau beradab sehingga tidak memahami tahapan dengan baik, lalu menggegasnya sehingga banyak masalah di kemudian hari. Bagai benih yang baru berdaun beberapa berhelai, lalu disiram dan dipupuk banyak banyak agar segera berbuah sehingga malah rusak akarnya, kemudian layu dan mati.

Pada ghalibnya, tiada perubahan atas fitrah Allah, yang ada adalah fitrah yang tersimpangkan dan terkubur karena lebay obsesi dan lalai pesimis orangtuanya.

Yakinlah bahwa setiap anak pasti kelak punya peran istimewa di masa depan atas fitrahnya, mustahil Allah ciptakan anak yang tidak punya peran di masa depan, kecuali orangtua dan lingkungan yang merusaknya.

Karenanya fokuslah pada cahaya fitrah anak anak kita, bukan pada kegelapannya, kelak cahayanya akan melebar menerangi sisi gelapnya. Berbaik sangkalah pada fitrah Allah, banyaklah bersyukur sehingga Allah berikan hikmah yang banyak dalam mendidik, sehingga kita bisa rileks dan optimis.

Mendidik anak sesuai fitrah akan membuat ayah dan bunda lebih rileks dan optimis, karena hanya mengikuti apa yang Allah karuniakan, mengikuti jadwal perkembangan yang Allah tentukan, menginteraksikan dengan peristiwa keseharian dan kehidupan juga bumi Allah yang ada dengan dipandu Kitabullah.

Yang perlu dicatat juga bahwa mendidik anak sesuai fitrah pada prakteknya sesungguhnya juga mendidik fitrah ayah dan fitrah bunda. Raise your child, raise your self. Tumbuhkanlah fitrah ananda, maka kita akan saksikan fitrah kita pun bersemi indah kembali.

📌 Salah Paham terhadap Pendidikan berbasis Fitrah 📌

1. Banyak yang mengira bahwa pendidikan berbasis Fitrah hanya terkait dengan bakat.  Fitrah bukan hanya terkait bakat anak. Anak anak kita setidaknya punya 8 aspek fitrah yg perlu dirawat bersamaan, jika tidak nanti tumbuhnya akan pincang atau mengganggu yg lain.

2. Merawat Fitrah juga bukan tentang bagaimana “mengisi” dari luar (outside in), tetapi “membangkitkan” dari dalam (inside out) sehingga menjadi amal nyata yang bermakna. “Sesungguhnya Amal itu karena Niat”. Sedangkan Niat ada di dalam jiwa manusia  karenanya mendidik fitrah lebih banyak menyentuh hati, menguak tabir jiwa, memunculkan kebaikan kebaikan bawaan (innate goodnes) yang sudah diinstal dari dalam diri manusia.

3. Merawat dan menumbuhkan fitrah juga bukan berarti melakukan pembiaran atau mengabaikan Adab, tetapi justru adab akan mudah ditanamkan jika fitrah tumbuh indah. Misalnya bagaimana ananda menerima perintah sholat (adab kepada Allah) dengan ikhlash dan suka cita, jika fitrah keimanannya tidak tumbuh bersemi indah pada usia 0-6 tahun?

Itulah mengapa para Ulama mengatakan bahwa fitrah adalah kesiapan untuk menerima Syariah atau Agama. Ibnu Taymiyah bahkan menyebut fitrah yang diinstal dalam diri manusia dengan fitrah gharizah, sementara Kitabullah disebut sebagai Fitrah Munazalah, atau fitrah yang diturunkan. Apa maknanya? Fitrah manusia itu Islam, maka jika tumbuh paripurna maka kelak akan mudah menerima Islam atau Kitabullah atau Adab yang diambil dari nilai nilai Kitabullah.

📌 Beberapa Aspek Fitrah 📌

Fitrah keimanan, ini berbeda dengan sekedar menguasai ilmu agama, krn mendidik fitrah keimanan bicara bagaimana tauhid Rubbubiyah yang sudah terinstal di alam rahim diperkuat dan dimunculkan potensiny sehingga menjadi peran. Dimulai dari bagaimana mendampingi ananda pada usia 0-6 tahun agar bergairah dan antusias dalam mencintai Allah & RasulNya juga Islam melalui kesan mendalam atau imaji2 positif ttg alHaq. Kemudian berlanjut pada tahap usia 7-10 tahun, yaitu tahap dimana perintah sholat dan adab lainnya diperintah, tahap penyadaran potensi fitrah keimanan melalui eksplorasi potensi ketaatan melalui aktifitas dan nalar di alam dan di Kitabullah dalam rangka membangkitkan potensi ananda untuk mentaatiNya secara total dan kemudian diharapkan pada akhirnya sampai kpd tahap pengujian peran sehingga ananda mencapai peran da’iyah untuk sungguh sungguh menyeru Kebenaran (alHaq)

Fitrah Belajar dan Bernalar, ini juga bukan bicara bagaimana ananda menguasai banyak pengetahuan, tetapi bagaimana ananda bergairah dan antusias dalam belajar sepanjang hidupnya. Dimulai pada usia 0-6 tahun, dengan memberi ruang baginya untuk bergairah belajar seru tanpa terasa dengan beraktifitas bebas di alam sekitar, kemudian berlanjut kepada tahap penyadaran potensi belajar dan bernalar pd usia 7-10 tahun, berupa gairah untuk bernalar meneliti melalui eksplorasi potensi di alam dan kehidupan nyata sampai akhirnya kpd peran inovasi di muka bumi untuk memberi kabar gembira (solution maker) dan peringatan.

Begitupula Fitrah Bakat, ini bukan hanya bicara bagaimana mengajarkan keterampilan yg diminati, tetapi dimulai dengan mengenali sifat unik dan fisik unik istimewanya. Lalu mendorong ananda utk  percaya diri dgn sifat sifat uniknya, kemudian pada tahap usia 7-10 tahun difasilitasi untuk menyadari potensi uniknya melalui eksplorasi aktifitas dan kegiatan, lalu menguji potensi itu pada tahap usia 11-14 tahun sehingga akhirnya menjadi peran peran hebat dalam bidang kehidupannya ketika aqilbaligh. Jika misalnya ananda punya sifat unik suka melahirkan idea dan suka berdagang, maka perlu terus dikembangkan, jangan lupa juga amati sifat sifat unik lainnya karena satu anak setidaknya kombinasi 5 atau 6 sifat unik. Dengan sifat sifat unik yang tidak akan berubah, ananda akan punya banyak peran yang relevan.

Jangan lupa juga Fitrah seksualitas ditumbuhkan, ini bukan bicara pendidikan seks, tetapi bicara bagaimana ananda berfikir, bersikap, merasa sesuai gendernya. Fitrah seksualitas jika dirawat dan ditumbuhkan sesuai tahapannya dgn pendampingan penuh ayah bunda sejak 0-15 tahun kelak akan berujung od peran Ayah sejati atau Ibu Sejati. Jika tidak dirawat baik maka akan berakibat penyimpangan seperti LGBT atau setidaknya kelak akan gagap jadi Ibu atau gagap jadi Ayah.

Salam Pendidikan Peradaban

#fitrahnasededucation
#pendidikanberbasisfitrah

🍃🌺🍃🌺🍃🌺🍃🌺🍃🌺🍃

🎤 Assalamualaykum pak apa kabar ? Selamat datang di DuMay Solo. Sugeng Rawuh 😁

Terima kasih untuk Waktunya membersamai kami belajar ttg Fitrah.

👤 Alhamdulillah bunda Siwi yg baik, bahagia diundang ke group Solo Raya HEbAT, insyaAllah bisa belajar bersama ayahbunda di Solo

🎤 Baiklah sebelum ke pertanyaan pertama, adakah kalimat pembuka yang ingin disampaikan pak?

👤 Sebagai pembuka saya ingin menyampaikan ucapan seorang ulama

“Sesungguhnya pendidik sejati adalah Allah SWT, krn Allahlah Sang Khaliq yg ciptakan fitrah itu, dan Allah juga yg menetapkan jalan bagi fitrah itu utk tumbuh berkembang dan berbahagia sesuai tahapannya. Allah jualah yg menetapkan syariah atau Kitabullah, yang memandu fitrah itu agar sempurna, indah dan berbahagia. Maka wahai para pendidik, ikuti saja jalan fitrah itu dan pandulah dgn Kitabullah sehingga menjadi peran peradaban terbaik utk mencapai maksud menjadi Khalifatullah di muka bumi dan beribadah kpd Allah”

🎤 Baik kita masuk sesi diskusi

1⃣ Menemukan Misi Hidup

Bunda Ayu – Jakarta Timur

Assalamualaikum wr.wb.

Saya pernah mendengar apabila ingin mendidik anak dan menemukan misi anak sesuai fitrah, kita harus menemukan misi kita dulu.

❓Apakah yang harus dilakukan bila sampai usia 30an belum jua menemukan misi hidup?
❓Bagaimana agar kita bisa menemukan misi penciptaan kita?

👤 bunda Ayu yang baik.
Suami dan Istri dgn Misi personal masing masing yg ajeg, kemudian bersinergi menjadi Misi Keluarga, maka akan jauh lebih baik dalam menjalani rumah tangga dan menurunkan misi keluarganya itu menjadi program mendidik anak anaknya.

Misi hidup itu sederhana, yaitu aktifitas yg kita lakukan namun hasilnya banyak manfaat, kita bahagia melakukannya, semakin merekatkan cinta dan menebar rahmat. Misi hidup ini panggilan (our calling) yang muncul dari dalam jiwa.

Banyaklah berdoa agar Allah mudahkan menemukannya, banyaklah merenung, berefleksi, membaca tanda2 Allah di alam semesta dan pd diri, lakukan napak tilas perjalanan hidup sejak kecil, mengurangi hal2 rutin dan nyaman yg melenakan, jujur thd bakat diri dan mau menjadikannya jalan hidup.

Menemukan misi adalah dimulai dgn mengobservasi fitrah2 kita terutama fitrah bakat. Misi itu adalah kata kerja, atau aktfitas utk menyelesaikan masalah ummat dgn potensi fitrah bakat yg kita miliki.

2⃣ Bagaimana Praktek HE

Bunda Sekar – Medan
Bunda Dian – Serang

Assalamualaikum ustad

Sebelumnya saya sudah membaca materi yg dishare, masya Allah…subhanallah…luar biasa sangat bun materi nya. Dan saya sangat beruntung dan terbantu dgn adanya grup mendidik anak ini.

Kalau seorang guru ketika ia akan mengajar anak anak, ia mempunyai perencanaan yg ditulis dlm silabus. Nah bagaimana dgn kita sebagi ibu rumah tangga.

Putra sy usia 2,4thn. Saya masih blm mengerti apa yg harus saya ajarkan kpd anak saya.

❓Bagaimana cara menerapkan atau memperaktekkan pendidikan sesuai fitrah anak?
❓Apakah kita harus memiliki atau membuat schedule dalam mendidik anak di rumah? (Baik schedule kegiatan motorik non motorik atau list ttg perkataan baik yg harus diucapkan pada anak, dll.)

Mohon bimbingan dari yg lebih berilmu dan berpengalaman. Jazakallah ustad.

👤bunda Dian dan bunda Sekar yg baik,
Pendidikan berbasis fitrah memiliki kerangka kerja (framework) yg digali dari best practice dan diupayakan sedekat mungkin dengan kebenaran syariah.

Ada 3 tahap dalam Islam, yaitu
1. fase usia 0-6 tahun (penguatan konsepsi fitrah dgn imaji2 positif utk membuat ananda terpesona dgn Allah, dgn dirinya, dgn orangtua dan sekitarnya) ,
2. fase 7-10 tahun (penyadaran potensi melalui ekplorasi aktifitas dan logika)
3. fase menjelang aqilbaligh 11-14 tahun (pengujian eksistensi dgn dibenturkan pd kehidupan nyata)
Untuk usia dini (0-6 tahun), pahamilah bahwa ananda sdg puncaknya imaji dan abstraksi, alam bawah sadarnya masih terbuka maka di tahap ini adalah golden age bagi fitrah keimanan, inilah awal fondasi mendidik aqidah dan semua kebaikan dgn penuh kecintaan bukan kepatuhan.

Permainan pun di tahap ini adalah permainan imajinatif, belajarpun harus banyak di alam, bakat diamati sbg sifat2 unik, ego sentris dipuaskan, bakat dikenali sbg sifat2 unik bukan cita2, seksualitas dikuatkan dgn kehadiran ayah dan ibu secara utuh, melatih executive functioning dgn memelihara hewan atau tumbuhan sederhana, bahasa ibu yg harus utuh sebelum bahasa lainnya dll.

Scehdule boleh saja, namun jangan ketat dan rigid, tetapi lebih bagus adalah beraktifitas saja secara spontan dan antuias sesuai peristiwa sehari2 (learning through living) dan buatlah jurnal kegiatan berupa catatan2 dokumentasi dan hasil karya anak termasuk membaca tanda2 bahagianya, fitrah2nya dstnya.
Utk framework dan konsultasi, silahkan ikuti FB saya di www.facebook.com/harry.hasan.santosa

3⃣ Menumbuhkan Fitrah Anak

Bunda Ayu Jak – Tim
Bunda Rahmi – Makasar

❓Bagaimana menumbuhkan dan mengasah 8 fitrah secara bersamaan untuk anak laki laki maupun perempuan berusia 2 – 7 thn
Terimakasih ustad 🙏🏽

👤bunda Ayu dan bunda Rahmi,
Karena fitrah itu ibarat benih yg Allah berikan kpd kita, dan kita tak pernah tahu benih apa sesungguhnya. Maka tugas kita adalah mirip seperti petani, yang dgn telaten dari hari ke hari mengobservasi perkembangan dan kebutuhan benih itu sesuai tahapannya.

Utk menjadi petani hebat, kita hanya perlu telaten mengobservasi dan membersamai dgn menajamkan fitrah keayahan dan fitrah keibuan kita, menajamkan nurani, intuisi dan firasat sbg orangtua.

Yakinlah bhw kita adalah orangtua terbaik versi Allah SWT bagi anak anak kita. Tidak mungkin Allah salah orang menitipkan amanah anak kpd kita.

Karenanya, buatlah jurnal utk tiap anak, bacalah kerangka FBE baik baik, rancanglah kegiatan sesuai kebutuhan tahap perkembangan, shg makin lama kita makin mengenal pola fitrah anak anak kita. Syukuri saja semua yg Allah berikan, jangan obsesif atau lalai pesimis.

Dalam kegiatan yg sama, misalnya berkunjung ke masjid bersejarah atau museum atau alam, maka bunda bisa setting kegiatan utk anak pertama, anak kedua dstnya, sesuai kebutuhan perkembangan fitrah masing masing. Setelah kegiatan, lakukan observasi, catat mana fitrah yg nampak belum tumbuh.

🎤 Saya tergelitik dengan penjelasan ustad, apakah ini juga berlaku untuk orang tua terhadap anak adopsinya?

👤Ya, setiap amanah yg diberikan berarti Allah yakin kitalah yang terbaik utk menjalankannya, sepanjang menyambut panggilanNya. Allah tidak akan memanggil mereka yg mampu, tetapi memampukan mereka yg terpanggil.

4⃣ Fase Perkembangan Fitrah

Bunda Athia – Tanah Abang

Assalamualaikum,

❓Adakah fase2 konkret tentang pencapaian/perkembangan motorik, pendidikan akhlak, juga aqidah anak yang dapat diukur tiap tahunnya?

Terima kasih ustad

👤bunda Athia yg baik,
Tiap tahap ada indikatornya. Dalam pendidikan berbasis fitrah sebenarnya indikator umumnya adalah antusias pd segala kebaikan. Selama melihat ananda antusias pd kebaikan maka fitrahnya tumbuh baik.

Fitrah tdk diukur dari berat badan, jumlah hafalan, ilmu agama yg dikuasai, dll. Misalnya yg diukur utk anak usia 0-6 tahun adalah antusias pd buku bukan bisa membaca, antusias memakan makanan yg alami bukan over nutrisi, antusias mencintai Allah bukan hafalan doa, antusias pd sifat diri dan ego bukan dibenturkan pd akhlak, antusias pd bermain dgn ayah ibu, antusias belajar dgn bermain di alam, antusias berbicara dgn ekpresi yg utuh sesuai bahasa ibunya. Lengkapmya silahkan membaca buku FBE atau ikuti sharing saya di FB.

5⃣ Fitrah Keimanan

Bunda Dewi Rusita

Anak saya (5,5 thn), sejak umur 5 tahun sudah mulai saya ajak sholat. Tiap masuk waktu sholat saya selalu bilang, “mas sudah adzan, kita sholat yuk.” Dalam pelaksanaannya, kami tak pernah memaksakannya. Jika tdk maupun, tidak apa apa. Untuk gerakan dan bacaannya pun juga belum kami paksa sesuai rukun dan bacaan sholat yang benar.

❓Apakah cara yang kami lakukan ini salah. Jika salah, harus seperti apakah menumbuhkan fitrah keimanan di usia anak saya sekarang?

Terima kasih ustad

👤bunda Dewi Rusita yg baik,
Fitrah Keimanan utk usia 0-6 tahun adalah membuat anak terpesona kpd Allah, kpd Rasulullah SAW, kpd Islam, kpd semua kebaikan kebaikan. Ciptakan imaji2 positif ttg semua kebaikan, bukan menaku2i atau memarahi atau memaksa dsbnya.

Karenanya fitrah jangan dibenturkan dgn adab atau disiplin di bawah 7 tahun. Mengapa Allah menyuruh orangtua menyuruh anaknya sholat ketika usia 7 tahun bukan sejak dini? Itu karena Allah memahami betul fitrah manusia dan tahapannya. Kepatuhan atau adab itu sejak usia 7 tahun dan bertahap dengan kesadaran bukan pemaksaan.

Apa yg sdh bunda lakukan sudah benar, tinggal ditambahkan aktifitas2 yg membuat ananda antusias.

6⃣ Fitrah Perkembangan

Bunda Menik – Klaten
Bunda Key – Pasuruan

Kasus 1
Anak saya laki-Laki umur 3 tahun. Dia menirukan bicara bisa, tp klau untuk di ajak berbicara, ingin maem apa misalnya belum bisa mengungkapkan.
(Pendengaran bagus)

Kasus 2
Dedek abis keluar masuk RS, sampai saat ini masih kontrol. Anaknya sangat aktif tp blm bs duduk sendiri usia 8 bln.

❓Bagaimana sebaiknya sikap orangtua dalam pandangan Pendidikan Fitrah, terhadap 2 kasus ini ustad?
❓Haruskah Orangtua mendatangi para ahli/terapis untuk mendapatkan deteksi lebih akurat atau ditunggu saja hingga tumbuh sesuai fitrahnya?

Jazakallah Khoir ustad 🙏🏽

👤bunda Menik dan bunda Key yg baik,
Fitrah berbicara potensi yang siap ditumbuhkan, namun jika ada illness krn berbagai penyebab, misalnya speech delay, dll maka sebaiknya disembuhkan dulu. Tentu utk mengukur illness atau bukan maka diperlukan pakar/terapis yg relevan. Beberapa illness terapinya sederhana dan bisa dilakukan sendiri oleh orangtua, namun beberapa kasus lagi memerlukan tenaga medis.

7⃣ Fitrah Terciderai

Bunda Nia – Bekasi
Bunda Athia – Tanah Abang
Bunda Sofia – Solo

Kasus 1
Assalamu’alaikum.
Putra saya (3thn 6bln), sangat aktif dan pintar. Tp dia sangat susah dikasih tau. Saat ada tamu selalu bikin ulah (cari perhatian) dg memukul orang lain atau mengganggu siapa saja.
saya pernah khilaf, saya bentak terus saya pukul tangan dan bibirnya, karna menurut saya sikapnya sudah sangat keterluan.

Kasus 2
Anak kedua saya laki-laki (2y7m), sedang belajar toilet treaning. Beberapa bulan lalu, saya rasa berhasil. Tapi beberapa minggu akhir ini saya merasa menurun. Malah jadi tidak bilang sama sekali bila pup atau pis.

Kasus 3
Anak pertama saya (4y7m) beberapa kali diajak kawannya nonton film horor. Saat di rumah, jelas dia jadi takut kemana mana; ke dapur, kamar mandi bahkan keluar kamar saja harus ditemani. Saya sudah berulang kali mengingat kan untuk tidak ikutan menonton, tapi lagi2 ananda melakukan hal yang saya larang ini.

Kasus 4
Anak sy laki laki (4thn 2 bln). Senang sekali main game di hp krn sdh bisa hampir semua operasi di hp. Walaupun sudah saya batasi tp jika libur dan tdk keluar rumah pasti minta hp. Anak sy kalau diajak bicara sdh jelas dan mengerti, jika diajari satu kali juga langsung paham.

❓Bagaimana mensikapi keempat kasus tsb, dalam pandangan Pendidikan Fitrah ustad?
❓Bagaimana menghadapi perilaku anak anak tersebut ustad?
❓Apakah salah jika ada orangtua yg marah saat ananda pis atau pup disembarang tempat tanpa bilang?
❓Apakah film horor merusak fitrah anak?

Mohon arahannya ustad…
Terimakasih banyak.

👤bunda Nia, Athia dan Sofia yg baik,
Dalam perspektif pendidikan berbasis fitrah, tiada seorang anakpun yg nakal atau berniat jahat atau berdoa agar dirinya nakal. Maka rubahlah cara pandang ttg kenakalan, yaitu adalah jeritan hati yg belum ketemu jalan keluarnya atau potensi yg belum nampak buahnya.

Maka dalam mendidik fitrah, penting utk mengubah kata “bagaimana mengatasi/menghadapi anak yg begini begitu” menjadi “mengapa ananda melakukan hal itu”. Dengan menanyakan “mengapa” maka sesungguhnya kita sedang mengaktifasi fitrah kita, sedang menajamkan empati, firasat, nurani dan intuisi, sedang menggunakan kacamata fitrah bukan kacamata penjajah.

Dengan menggali mendalam atau lebih banyak menyerap latar belakang atau alasan perbuatan maka kita akan lebih tajam melahirkan solusi2 yg tepat. Jika kurang menyerap atau berempati, maka kita hanya akan melahirkan solusi gegabah yg akan melahirkan masalah baru.

Rasa kesal datang krn perilaku anak yg dalam pandangan kita buruk, wajar saja adanya, namun rasa kesal itu muncul krn kita kurang rileks dan optimis, bisa juga krn tak memahami dan menyelami alasan anak melakukan hal itu.

Anak yg “sudah baik” tiba tiba berperilaku sebaliknya, menurut saya penyebabnya bisa krn protes, krn trauma, krn pengaruh dlsbnya. Penyebab lainnya, kita gagal membuat aktifitas produktif dan membuat mereka terpesona dgn kebaikan.

Memberikan atau mengajak nonton film horor utk anak di bawah 10 tahun sangat tdk wajar dan merusak fitrah, bisa juga fitrah keimanan atau aqidah. Para Ulama bahkan Rasulullah SAW menasehatiutk tdk menakut2i anak di bawah usia 7 tahun dgn ucapan, perlakuan yg keras.

8⃣ Fitrah Seksualitas

Bunda Saroh Darojah – Sukoharjo

Ustadz Harry, apakah boleh memberikan mainanan mobil untuk anak perempuan usia 2 tahun? apakah termasuk menyalahi fitrah🙏🏿
Terimakasih

👤Bunda Saroh yang baik
Usia 3 tahun, seorang anak harus dgn jelas menyebut identitas gendernya “saya cowo” atau “saya cewe”. Di banyak keluarga, mobil2an, pistol2an dianggap mainan cowo dan kalau boneka dianggap mainan cewe. Secara gender, mainan, pakaian, gaya bicara dll seorang anak harus sesuai gendernya. Ini memang benar adanya. Nah coba diobservasi apakah secara tradisi mobil2an adalah mainan anak lelaki? Namun perlu diobservasi juga mengapa ananda perempuan suka mobil2an? Kalau pun suka mobil, tentu diarahkan ke warna warni yg mewakili keperempuanannya.

Di Bandung ada anak lelaki usia 5 tahun yg sukanya barbie dan warna kegemarannya pink. Itu karena sehari2 bersama nenek, ibunya dan bibi2 adik ibunya yg perempuan semua. Ayahnya kerja, 8 bulan sekali baru kembali dan kakeknya sudah wafat.

🎤 Baiklah, pertanyaan benar2 habis kali ini. Sebelum saya akhiri, adakah kalimat penutup sebagai bekal kami besok mangawali hari pak?

👤Deraskan Maknamu,
Bukan Tinggikan suara. Karena Hujanlah yang menumbuhkan bunga bunga, Bukan Petir dan guruhnya

Terimakasih kpd crew yg bertugas malam ini.

Kepada ayah bunda tetap rileks dan optimis ya.

Jazakumullah atas perhatiannya dan mohon maaf jika ada yg tak berkenan. Silahkan japri jika masih ada yg ingin didiskusikan
Wassalamu’alaikum wr wb 🙏😊
———————————————-

Demikian notulensi ini kami buat. Semoga ilmu yang disampaikan narasumber, membawa manfaat dan berkah buat kita semua. Serta menjadikan kita sebagai orangtua yang lebih baik di mata Allah SWT dan keluarga kita, Aamiin.

🔹 Diskusi dilaksanakan dengan sistem relay di 3 grup.
Kamis, 14 Desember 2017