Semua sisi kehidupan para sahabat dapat dijadikan metode pada pendidikan hari ini. Kehidupan seseorang pada hakekatnya adalahnya merupakan kumpulan aktivitas-aktivitas sepanjang hidupnya yang didasari oleh karakter yang ada pada diri orang tersebut, maka untuk merumuskan metode pendidikan yang baik harusnya menggali karakter-karakter para sahabat tersebut. Karakter adalah setiap perbuatan atau aktivitas yang dilakukan oleh manusia tanpa diawali oleh proses berfikir, karena karakter itu sudah inheren, merupakan sikap dan sifat yang melekat pada diri seseorang.

Generasi sahabat radhiyallahu ‘anhum adalah generasi paling bertaqwa, karena sebaik-baik generasi adalah generasi yang paling bertaqwa.

Firman Allah ta’ala:

“Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertaqwa diantara kamu, Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi maha mengenal”. (QS. Alhujurat: 13)

Thalq bin Habib rohimahullah berkata :

التَّقْوَى أَنْ تَعْمَلَ بِطَاعَةِ اللهِ عَلَى نُوْرٍ مِنَ اللهِ تَرْجُوْ ثَوَابَ اللهِ وَأَنْ تَتْرُكَ مَعْصِيَةَ اللهِ عَلىَ نُوْرٍ مِنَ اللهِ تَخَافُ عِقَابَ اللهِ

“Taqwa adalah engkau melakukan amal ketaatan kepada Allah atas cahaya Allah (di atas ilmu ) karena mengharap pahala dari Nya, dan engkau meninggalkan kemaksiatan kepada Allah atas cahaya Allah (di atas ilmu) karena takut siksa Nya”.

Makna taqwa tersebut mengandung 3(tiga) unsur:

  1. Berharap dan takut kepada Allah adalah unsur iman
  2. Atas cahaya Allah adalah Ilmu terkait dengan unsur belajar, dan
  3. Melakukan dan meninggalkan perbuatan terkait dengan kinerja.

Setelah dikaji siroh atau perjalanan hidup masing-masing sahabat radliyallahu’anhum tersebut, maka dapat simpulkan bahwa semua karakter para sahabat Nabi dikelompokkan dalam tiga pernyataan, yaitu:

  1. Semua sahabat memiliki keimanan yang kuat.
  2. Semua sahabat adalah pembelajar yang tangguh tetapi gaya belajarnya berbeda-beda.
  3. Semua sahabat memilikikinerjayang digunakan untuk berperan dalam peradaban tetapi kinerja masing-masing sahabat berbeda-beda.

Sebagai contoh adalah:

Sahabat Abdullah Bin Abbas radhiyallahu ‘anhuma, diantara karakternya adalah:

  • Lahir 3 tahun sebelum peristiwa hijrah, dan berumur 13 tahun ketika Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam Seseorang yang sudah tahu jalan hidupnya yaitu untuk ilmu dan pengetahuan, terlebih lagi telah dido’akan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam.
  • Seorang yang selalu menangis karena takut kepada Allah hingga pipinya berkerut karena banyaknya menangis.
  • Walaupun masih muda namun tidak membuatnya ketinggalan dalam meraih keutamaan menjadi salah seorang sahabat Rasulullah dengan semangat untuk mempelajari ilmu.
  • Orang yang paling mengerti tentang  Kitabullah (Al Qur’an), yang paling faqih terhadap tafsirnya, paling mampu menjelaskan kandungan ayat-ayatnya, paling paham rahasia dan hikmah yang tersembunyi dibaliknya.

Abdurrahman Bin ‘Auf radhiyallahu ‘anhu, diantara karakternya adalah:

  • Beliau pernah menginfaqkan seluruh kendaran kafilah dagangnya beserta isinya fi sabilillah karena Allah. Dan masih banyak kisah lainnya tentang kedermawanannya.
  • Termasuk dari delapan orang pertama yang masuk Islam dan selalu mempelajari Ilmu untuk bekal kehidupannya di dunia dan akhirat.
  • Adalah pedagang ulung sehingga barang apapun yang dipegang dan dijadikan pokok perniagaan pasti menguntungkannya.

Mush’ab Bin Umair radhiyallahu ‘anhu diantara karakternya adalah:

  • Kecintaannya kepada Allah melebihi cintanya kepada siapapun, sampai-sampai rela diusir oleh ibunya untuk meninggalkan kemewahan dan kesenangan, dan memilih hidup miskin dan sengsara karena Allah.
  • Termasuk sahabat yang masuk Islam di Daarul Arqam dan gigih menuntut Ilmu kepada guru terbaik yaitu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.
  • Duta Rasulullah yang pertama yang diutus ke yatsrib untuk mempersiapkan kota madinah sebagai tempat hijrah Rasul, dan telah berhasil melaksanakan tugasnya dengan hasil yang sangat gemilang.

Dapat disimpulkan bahwa para sahabat adalah orang-orang yang sangat kuat keimanannya sehingga tampak memiliki akhlaq mulia (karakter Iman), berilmu karena mereka semua adalah pembelajar(karakter Belajar), memiliki kinerja dan peran yang besar pada peradaban sesuai bakatnya masing-masing (karakter Bakat), dan para sahabat yang masih kecil bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, tumbuh sesuai fase perkembangannya (karakter Perkembangan).

Maka materi pendidikan yang harus ditanamkan pada anak didik agar menjadi generasi terbaik pada jamannya adalah :

  1. Karakter Iman
  2. Karakter Belajar
  3. Karakter Bakat
  4. Karakter perkembangan
  • Penulis Ustadz Abdul kholiq