PENUMBUHAN KARAKTER BELAJAR

MATERI SOTIS #7

SEKOLAH ORANGTUA IMAM SYAFI’I

(masa emas pada fase tamyiz usia 7-10 tahun)

 

Oleh: Abdul Kholiq

 

Karakter belajar adalah karakter bawaan anak berupa rasa ingin tahu tentang segala sesuatu. Sehingga anak melakukan aktifitas untuk menuntaskan rasa ingin tahunya tersebut, berupa aktifitas yang disebut kegiatan  belajar.

 

  1. KONDISI ANAK

 

Anak usia 7-10 tahun, secara umum memiliki kondisi sebagai berikut:

 

  1. Usia ini adalah puncak tumbuhnya karakter belajar dan dimulainya karakter sosial, maka jangan lewatkan untuk melakukan banyak aktivitas belajar yang menantang,menyenangkan, dan berkesan, melalui belajar langsung ke alam dan pengalaman kehidupan.

 

  1. Anak usia 7 tahun mulai diperintah dan diajarkan sholat.

 

  1. Anak berada pada masa dimana otak kanan dan otak kiri sudah tumbuh seimbang.

 

  1. Sifat egosentris anak mulai mereda bergeser ke sosiosentris, mereka sudah memiliki tanggung jawab moral sehingga mulai terbuka pada eksplorasi dunia di luar dirinya secara maksimal, kemudian di saat yang sama ada perintah sholat.

 

  1. LANGKAH PEMBELAJARAN

 

Secara garis besar langkah pembelajaran anak usia 7-10 tahun adalah menuntaskan rasa ingin tahu anak dan menumbuhkan sosiosentris.

 

  1. Menuntaskan rasa ingin tahu anak.

 

Dilakukan dengan menjawab semua keingintahuan anak yang banyak bertanya tentang segala sesuatu, karena pada masa ini keadaan pintu masuk pengetahuan bagi anak terbuka lebar-lebar. Apapun jawaban yang diberikan akan diingat oleh anak.

 

  1. Menumbuhkan sosiosentris.

 

Menumbuhkan sosiosentris dengan banyak berinteraksi dengan teman, anggota keluarga dan lingkungan sekitar. Sehingga pada masa ini perlu penumbuhan adab dan rasa tanggung jawab baik terhadap diri atau orang lain.

 

  1. CONTOH PENYIMPANGAN PEMBELAJARAN

 

  1. Hanya fokus pada akademik, sementara lupa atau lalai untuk memperbanyak wawasan, gagasan dan Aktivitas di dunia sosial. Umumnya beban akademik sangat berat pada usia ini ditambah dengan persekolahan penuh hari (full day). Hal ini memperlambat atau menyulitkan penemuan bakat pada usia 10 tahun nantinya.

 

  1. Anak lelaki tidak didekatkan dengan ayah, dan anak perempuan tidak didekatkan dengan ibu, sehingga karakter gender anak tidak tumbuh semestinya dan tidak memahami perbedaan peran sosial lelaki dan perempuan, misalnya shalat berjamaah ke masjid bagi anak lelaki bersama ayah dan sebagainya. Selain itu sosok ideal seorang lelaki akan tidak utuh pada anak lelaki dan sosok ideal seorang perempuan tidak utuh pada anak perempuan.

 

  1. Kebanyakan usia ini dihabiskan dengan belajar formal dan kaku, sehingga tanpa sadar anak perlahan lahan membenci belajar dan tidak bergairah bernalar. Anak hanya belajar ketika ada tugas sekolah, ketika akan ujian dan ketika disuruh.

 

  1. Mengirimkan ke boarding school sebelum masuk aqilbaligh. Banyak kasus penyimpangan kejiwaan jika mengirimkan anak ke boarding school sebelum aqilbaligh.

 

  1. Terlalu terkonsentrasi pada perbaikan kekurangan anak, seharusnya terkonsentrasi pada pengembangan kelebihan anak sehingga kekurangan akan tertutupi.

 

  1. Tidak nyaman dengan perilaku anak yang banyak bertanya, bahkan memberinya label anak nakal. Padahal banyak bertanya itulah salah satu indikator tumbuhnya karakter belajar.

 

  1. PEMETAAN POTENSI ANAK

 

Prosedur pemetaan potensi pada anak usia 7-10 tahun dilakukan dengan metode pengamatan atau observasi terhadap aktifitas-aktifitas apa yang anak suka dan anak bisa. Pemetaan ini dilakukan setiap akhir semester, mengingat adanya kecenderungan berubah pada kecerdasan, gaya belajar, sifat dan aktifitas bakat untuk anak usia 0-10 tahun, karena penggalian potensi yang kurang akurat.

 

Pemetaan pada usia ini adalah lebih dipentingkan pada pemetaan potensi bakat, baik sifat bakat ataupun aktifitas bakat. Karena pada usia 10 tahun seharusnya anak sudah melakukan pembelajaran yang sesuai dengan bakatnya. Dapat dikatakan pada usia 10 tahun nantinya sudah dilakukan penjurusan dalam pembelajarannnya, yaitu penjurusan sesuai bakatnya.

 

#pendidikankarakternabawiyah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.