Bagaimana Cara Mengajarkan Karakter?

Oleh: Ibnu Sulaiman

Sebelumnya kita perlu membatasi dahulu,bahwa yang kita bahas adalah karakter moral. Dimana karakter moral merupakan karakter bawaan sejak lahir namun dapat diubah dan dikuatkan. Meliputi : Dapat dipercaya /trustworthiness, Rasa hormat /respect, Bertanggung jawab /responsibility, Adil /fairness, Peduli /caring, Bermasyarakat /citizenship. Oleh karena itu, karakter moral adalah focus pembelajaran untuk anak dibawah 10th. Dimana waktu tersebut adalah waktu yang pas untuk menumbuhkan keimanan pada anak.

Berbeda halnya dengan karakter kinerja, karena Setiap anak memiliki karakter kinerja yang unik sehingga masing-masing memiliki karakter kinerja yang berbeda-beda. Pembelajaran dan penguatan karakter kinerja hanya dilakukan terhadap karakter-karakter kinerja yang menonjol dan dominan saja, sedangkan karakter kinerja yang berada pada posisi urutan-urutan terakhir tidak perlu dikuatkan tetapi dijalin kerjasa sama dengan orang lain agar tidak menjadi kelemahan.

Sebelum kita berbicara ttg bagaimana cara mengajarkan karakter, maka terlebih dahulu harus memahami apa itu karakter. Salah satu definisi yang paling pas tentang  Karakter adalah apa yang dijelaskan oleh imam Al Ghazali yaitu “setiap perbuatan atau aktivitas yang dilakukan oleh manusia tanpa diawali oleh proses berfikir”

Dari definisi tersebut, maka timbul beberapa pertanyaan, untuk menjadikan suatu perbuatan /aktivitas tanpa diawali proses berfikir,
– kira2 mudah tidak mengajarkan karakter?
– Lama atau sebentar?
– Dimana waktu paling banyak untuk mengajarkan/menumbuhkan karakter?
– apakah cukup hanya dengan teori saja untuk mengajarkannya?
– Apa yang dibutuhkan pd seseorang yg mengajarkan karakter?

Kita bisa menyimpulkan jawaban dari beberapa pertanyaan diatas bahwa, mengajarkan karakter tidaklah mudah dan membutuhkan waktu yang sangat lama. Sejatinya yang paling penting dari pembelaran karakter adalah role model (seseorang yang real, yang dapat diteladani oleh anak). Karena apa yang anak lihat, apa yang anak dengar dan apa yang anak rasakan, itulah karakter yang akan tumbuh dalam dirinya. Jadi dimana paling banyak anak menghabiskan waktu dalam kesehariannya, maka disitulah karakter moral dominan yang tumbuh pada diri anak.

Untuk itu, pembelajaran karakter moral yang sesungguhnya adalah bagaimana kita selalu menghadirkan kepada si anak seorang yang dapat menjadi teladan, baik itu di sekolah maupun di rumah. Seseorang yang selalu dilihat dan diidolakan anak.  Maka pembinaan kepada orang tua menjadi sesuatu yang sangat penting dilakukan. Kita perlu memahamkan bahwa 70% karakter moral anak terbentuk di rumah.

Kemudian langkah selanjutnya adalah dengan melakukan Pendekatan Pembelajaran Karakter.
Langkah-langkah pendekatan pembelajaran karakter adalah:
a. Pengenalan
Anak dikenalkan tentang kejujuran, kerjasama, tanggung jawab, dan karakter positif lainnya, agar tertanam karakter positif pada memori anak.
b. Pemahaman
Mengarahkan anak tentang keutamaan karakter-karakter positif dan akibat buruk jika tidak memiliki sifat tersebut.
c. Penerapan
Memberikan kesempatan/menugaskan kepada anak untuk mempraktekkan  karakter positif yang telah diajarkan kepadanya
d. Pengulangan/pembiasaan
Setelah anak telah paham dan menerapkan perbuatan baik yang telah dikenalkan kemudian kita lakukan pembiasaan, dengan cara melakakuan hal baik tersebut secara berualang ulang agar anak terbiasa melakukan hal baik tersebut.
e. Pembudayaan
Pembudayaan disini harus diikuti dengan adanya peran serta masyarakat untuk ikut melakukan dan medukung terciptanya pembentukan karakter baik yang telah diterapkan dalam masyarakat maupun di dalam keluarga. Untuk anak diatas 10 th, mulailah adanya hukuman jika anak tidak mengikuti pembudayaan tersebut. Hal ini akan memunculkan motivasi untuk ikut dan berperan serta dalam pembudayaan karakter yang baik dan positif dalam masyarakat.
f. Internalisasi menjadi karakter
Karakter seseorang akan semakin kuat jika ikut didorong adanya suatu keyakinan. Karakter baik tersebut akan tertanam kuat pada diri seseorang, sehingga dalam melakukannya akan berjalan dengan sendirinya tanpa adanya paksaan. Dan karakter tersebut menjadi ciri khas bagi orang yang memilikinya.

mari…. perbaiki diri kita…!!!
karena seseorang tidak akan bisa memberi jika dia tidak memiliki sesuatu.

#sekolahkarakter

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.