DISIPLIN MESIN, HEWAN, DAN MANUSIA

MATERI SOTIS #17

 

_SEKOLAH ORANGTUA IMAM SYAFI’I

 

Oleh : Abdul Kholiq

 

Ada yang tidak pernah terlambat masuk kerja, tetapi sering terlambat sholat.

Ada yang rajin sholat tetapi malas bekerja dan malas belajar.

Ada yang rajin sholat dan rajin bekerja, tetapi malas belajar.

Ada yang rajin bekerja dan belajar, tetapi malas sholat.

Semua kondisi tersebut terkait dengan kedisiplinan.

 

Disiplin artinya adalah kepatuhan kepada aturan (Kamus Besar Bahasa Indonesia) .

 

Terkait dengan pribadi manusia, disiplin digolongkan menjadi tiga,  yaitu: disiplin iman, disiplin belajar, dan disiplin kinerja.

 

1 DISIPLIN IMAN

 

    Terkait dengan karakter keimanan yang tercakup didalamnya disiplin aqidah dan akhlaq, yaitu disiplin dalam keikhlasan.

 Ketepatan waktunya bukan tiap jam atau menit, tetapi tiap hembusan nafas. Karena keikhlasan, rasa butuh kepada Allah, kecintaan kepada Allah, rasa harap dan takut kepada Allah dibutuhkan pada setiap hembusan nafas.

    Masa emas penumbuhannya pada anak, yaitu usia 0 – 7 tahun.

            Terkait dengan hati.

    Terkait dengan aktifitas merasakan.

 

2 DISIPLIN BELAJAR

 

    Terkait dengan karakter belajar yang tercakup di dalamnya gaya belajar dan disiplin menyalurkan rasa ingin tahu.

 Ketepatan waktunya adalah ketika tidak tahu maka segera mencari tahu atau belajar hingga mengetahui dan berilmu.

 Masa emas penumbuhannya pada anak, yaitu usia 7-10 tahun.

    Terkait dengan akal.

    Terkait dengan aktifitas berpikir.

 

3⃣ DISIPLIN KINERJA

 

    Terkait dengan karakter kinerja yang tercakup di dalamnya disiplin dalam produktifitas.

 Ketepatan waktunya adalah sesuai dengan aturan yang ditetapkan dalam kinerja.

 Masa emas penumbuhannya pada anak, yaitu usia 10-baligh.

 Terkait dengan skill.

 Terkait dengan aktifitas berperilaku

 

Pada asalnya semua manusia adalah berdisiplin, karena disiplin adalah fitrah manusia, sedangkan semua manusia terlahir dalam keadaan fitrah.

 

Kecenderungan disiplin manusia berbeda-beda tergantung potensi unik (bakat) yang dimilikinya. Namun semua orang harus memiliki ketiga disiplin tersebut.

Disiplin iman dan belajar harus dimiliki semua orang tanpa kecuali, sedang disiplin gaya belajar dan kinerja adalah unik dan berbeda-beda untuk setiap orangnya.

 Jika berperilaku disiplin tepat waktu tetapi tanpa berpikir dan merasa, seperti operator mesin pabrik jika sudah terbiasa tanpa didikuti proses berpikir dan merasa, maka itulah DISIPLIN MESIN.

 

 Jika berperilaku disiplin tepat waktu tetapi karena adanya hukuman jika melanggar dan adanya hadiah jika mematuhi, seperti bekerja datang tepat waktu karena adanya sanksi jika terlambat, tanpa diikuti rasa ikhlas lillahi ta’ala, maka itulah DISIPLIN HEWAN.

 

 Jika berperilaku disiplin tepat waktu karena ikhlas semata-mata mengharap balasan dari Allah, berusaha mengikuti aturan dengan belajar bersungguh-sungguh, dan terampil secara fisik karena terbiasa, maka itulah DISIPLIN MANUSIA.

 

 Maka 

 

Jika anak dibawah usia 7 tahun (thufulah) belum tepat waktu belajar, sholat, kebersihan, berhijab, dll, maka hal ini tidak mengapa, karena prioritas disiplin pada usia tersebut adalah DISIPLIN IMAN, yang terkait disiplin mencintai dan berharap kepada Allah ta’ala, disiplin merasa dicintai Allah, orangtua dan orang disekitarnya, disiplin mencintai Al Qur’an, mencintai sholat, mencintai masjid, mencintai orang berhijab, disiplin mencintai alam, dsb. Pada usia ini belum ada perintah sholat.

Pada usia ini penekanan pada disiplin mahabbah, disiplin tauhid rububiyyah dan disiplin hati.

Orang tua hendaknya menumbuhkan disiplin tersebut pada anaknya agar anak tepat waktu memunculkan keimanan pada dirinya tepat pada setiap hembusan nafasnya. Setiap saat.

 

 Jika anak usia tamyiz (7-10 tahun) belum tepat waktu ketika datang ke masjid untuk sholat jamaah, belum tepat waktu ketika bersekolah, maka jangan dipaksa, karena prioritas disiplin pada masa ini adalah DISIPLIN BELAJAR. Yang terpenting anak sudah mencintai Allah, mencintai sholat, bergairah untuk sholat ketika mendengar adzan walau datang terlambat, banyak bertanya dan langsung belajar jika tidak tahu tentang sesuatu dan semangat dalam belajar tentang sholat. 

Oleh karena itu orangtua hendaknya menumbuhkan disiplin belajar tersebut dengan menumbuhkan rasa ingin tahu anak agar anak segera bertanya dan semangat belajar untuk mengetahui sesuatu yang membuatnya penasaran. Pada usia ini sudah ada perintah sholat.

 

 Jika anak usia murahaqah (10 tahun – baligh) belum mandiri sholat, malas sholat ketika mendengar adzan, sering terlambat masuk sekolah, malas belajar, maka ini adalah masalah. Harusnya anak usia ini sudah disiplin sholat, karena harusnya sudah cinta dan sudah belajar sholat. Ada solusi untuk mendisiplinkan anak yaitu dipukul jika tidak mau sholat ( tentu saja jika disiplin iman dan belajar sudah tumbuh, dan pukulannya tidak membahayakan anak).  Namun jika anak belum produktif dalam kinerja, maka hal ini tidak mengapa karena usia ini baru ditumbuhkan DISIPLIN KINERJA. Oleh karena itu orangtua hendaknya menumbuhkan disiplin anaknya untuk mulai berdisiplin dalam aturan-aturan yang telah ditetapkan dalam kehidupannya, seperti datang ke masjid, sekolah, janji dengan teman tepat waktu.

 

Jika sudah aqil baligh, maka seharusnya sudah menjadi pribadi disiplin dalam menata hati untuk ikhlas kepada Allah ta’ala, pembelajar tangguh, dan disiplin dalam berkinerja.

 

 Jika keadaannya tidak demikian, maka perlu adanya RECOVERY DISIPLIN.

 

Wallahu ta’ala a’lam

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.