Mubadzir dalam belajar

 MATERI SOTIS #9

_SEKOLAH ORANGTUA IMAM SYAFI’I

 

Oleh : Abdul Kholiq

 

Tidak semua ilmu dibutuhkan oleh setiap orang, walaupun dibutuhkan oleh orang yang lain. 

Ilmu yang  dibutuhkan oleh seseorang adalah ilmu yang dibutuhkan dalam kehidupannya. 

 

Apa kebutuhan hidup manusia ?

 

Kebutuhan hidup manusia adalah segala sesuatu yang dibutuhkan dalam mencapai tujuan hidupnya. 

 

Apa tujuan hidup manusia?

 

Tujuan hidup manusia adalah sebagaimana tujuan Allah menciptakan manusia, yaitu:

   

 Beribadah kepada Allah saja 

 Menjadi khalifah (pemakmur bumi)

 

Sebagaimana firman Allah ta’ala,

 

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ

 

“Tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia melainkan untuk beribadah kepada-Ku.” (QS. Adz-Dzariyat: 56)

 

juga firman-Nya,

 

هُوَ الَّذِي جَعَلَكُمْ خَلائِفَ فِي الأرْضِ 

 

“Dialah yang menjadikan kamu sebagai khalifah-khalifah di bumi”. (QS. Fathir:39)

 

juga firman-Nya,

 

هُوَ أَنْشَأَكُمْ مِنَ الْأَرْضِ وَاسْتَعْمَرَكُمْ فِيهَا

 

“Dia telah menciptakan kamu dari bumi (tanah) dan menjadikan kamu sebagai pemakmurnya” (QS. Hud:61)

 

 Jika ilmu yang dipelajari seseorang tidak selaras dengan tujuan tersebut, maka ilmu yang dipelajarinya akan jadi sia-sia atau mubadzir.

 

Ilmu yang terkait dengan ibadah kepada Allah ta’ala adalah ilmu yang dibutuhkan oleh semua manusia tanpa keculai, yaitu berupa pokok-pokok ilmu agama yang mendasar seperti ilmu aqidah, ibadah, adab, dan akhlaq. Hal ini terkait dengan KARAKTER KEIMANAN

 

Sedangkan  ilmu yang terkait dengan tugas sebagai pemakmur bumi, adalah  ilmu yang masing-masing manusia berbeda dalam kebutuhannya,  yaitu ilmu agama yang lebih khusus untuk menjadi ahli hadits, ahli fiqih, ahli ilmu waris, dll, serta ilmu yang terkait dengan keterampilan seperti arsitektur, kedokteran, teknik, perdagangan, dll.

 

Terdapat tiga unsur yang dijadikan dasar akan ilmu yang dibutuhkan anak, yaitu:

 

 KARAKTER PERKEMBANGAN

 KARAKTER BELAJAR

 KARAKTER BAKAT

 

 KARAKTER PERKEMBANGAN

 

Misal, ilmu nahwu shorof sangat dibutuhkan anak usia 12 tahun, namun belum dibutuhkan oleh anak usia 4 tahun.

Ilmu tentang bacaan sholat sangat penting untuk anak yang tamyiz, namun belum terlalu dibutuhkan untuk anak yang  masih menyusui dibawah usia 2 tahun

 

 KARAKTER BELAJAR

 

Misal, metode belajar yang sesuai dengan anak dengan gaya belajar visual, tidak cocok diterapkan pada anak dengan gaya belajar kinestetik.

 

 KARAKTER BAKAT

 

Misal, ilmu kedokteran sangat penting bagi anak yang cenderung kepada kedokteran, namun tidak dibutuhkan oleh anak yang condong terhadap Ilmu arsitektur, dan juga anak yang condong menjadi ahli fiqih.

Ilmu mustholah hadits sangat dibutuhkan oleh anak yang condong menjadi ahli hadits, namun tidak terlalu dibutuhkan oleh anak yang condong menjadi ahli ilmu waris, dan juga anak yang condong kepada perdagangan, pertanian, teknik, dll.

 

Allah ta’ala berfirman,

 

قُلْ كُلٌّ يَعْمَلُ عَلَىٰ شَاكِلَتِهِ فَرَبُّكُمْ أَعْلَمُ بِمَنْ هُوَ أَهْدَىٰ سَبِيلاً

 

“Katakan (Muhammad) bahwa setiap orang akan berbuat sesuai pembawaannya, maka Robbmu lebih mengetahui siapa yang lebih benar jalannya” (QS. Al Isra’ : 84)

 

Perkembangan anak, gaya belajar, dan bakat adalah pembawaan dari masing-masih manusia.

 

Kenali keunikan anak, agar belajarnya tidak mubadzir !

 

Wallahu ta’ala  a’lam

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.