Mumpung Masih Kecil, Otaknya Masih Fresh

“Mencari Ilmu pada saat kecil seperti memahat di atas batu”

Ayah bunda mungkin sering mendengar ungkapan di atas. Kalimat hikmah yang isinya memang mengandung kebenaran ini adalah kalimat dari seorang ulama besar di masa tabi’in. Di dalam kitab Jami’ Bayanil ‘Ilmi wa Fadhailihi karya Ibnu Abdil Barr, jilid 1 halaman 357, disebutkan bahwa kalimat ini adalah perkataan Al-Hasan Al-Bashri.

“Tu kan….. apa saya bilang…..”
“Mumpung anak masih kecil, seharusnya dikebut hafalannya, jangan di “biarkan” main aja, ntar klo terlewat bgmn?”

Nah lho ayah bunda… berarti salah dong konsep pendidikan Fitroh.

Sebelum kita tambah pusing….hehe

PERTAMA kita harus sepakat terlebih dahulu tentang definisi ILMU.
ilmu yang bermanfaat
ilmu yang dapat mengantarkan pemiliknya kedalam surgannya Allah Ta’ala

mari kita simak atsar yang diriwayatkan dari Ibnu Mas’ud Radhiyallahu ‘anhu bahwa beliau berkata,
“Ilmu itu bukanlah dengan banyak meriwayatkan hadits (hafalan), namun ilmu adalah khasy-yah (Ketundukan kpd Allah Ta’ala).”

Al-Imam Malik Rahimahullah berkata, “Ilmu itu bukan dengan sekadar banyak menghafal riwayat, namun ilmu adalah cahaya yang diletakkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala pada hati seorang hamba.” (Tafsir Ibnu Katsir, 3/555)

Nah… setelah mengetahui bersama, apa itu ilmu dan bagaimana hakekatnya seseorang yang berilmu. maka sekarang, pertanyaan yang harus ada pada setiap orangtua selaku pendidik anak-anaknya adalah:

ILMU yang seperti apa yang akan kita harapkan ada pada diri anak-anak kita?

nggak kok…. saya menyuruh dan sedikit memaksa anak saya menghafal/sholat agar semakin cinta kepada Allah
Sekali-kali tidak, bukan demikian caranya…. bahkan target hafalan para orangtua pada anak-anaknya dengan tanpa diditumbuhkan kesadarannya dalam menghafal (ikhlas krn rasa cinta pd Allah) hanya akan menimpulkan kebencian pada Alqur’an, Bukan Rasa CINTA.
Akan timbul di pikiran bawah sadar anak tersebut bahwa “Allah tidak adil, mengapa anak kecil seperti sy sdh disuruh menghafal alqur’an”… “Allah Kejam, mengapa anak kecil seperti saya sdh dipaksa untuk sholat 5 waktu dimasjid”….”Alqur’an ndak asyik, sy bosen ngapal terus, besok klo sdh gede aku nggak mau lagi ngapal alqur’an”…
Apalagi klo hafalan, sholat, dan ibadah yang lain dibuat sebagai “Hukuman” untuk anak dari para orangtuanya hanya dalam rangka untuk mendisiplinkan anak-anak.
Anak akan berfikir lagi… “ngafal Alqur’an itu ndak enak, hukuman…. aku ngak mau lagi dihukum ahh… ngak mau lagi ngapal qur’an” dst…

Tanpa sadar banyak di antara orangtua yang menanamkan kebencian kepada Allah dan Alqur’an dalam diri anak-anaknya.
Akankah hal seperti ini akan terus kita lakukan?
Sebenarnya ILMU yg seperti apa yang orangtua inginkan ada pada diri anak-anaknya?

Menghafal di usia dini itu BOLEH, tapi… tumbuhkan dulu KESADARANYA dan rasa cintanya kepada Alqur’an.
Terlihat Sholeh di usia dini itu BAGUS, tapi…. pastikan kesholehannya terpancar dari hatinya… bukan karena takut pada orantuanya.

Yang harus diingat….. kelak, kita para orangtua akan ditanya tentang tanggung jawab kita kepada anak-anak kita dalam mendidik.

Semoga Allah memudahkan langkah kita dalam menumbuhkan ilmu yang bermanfaat untuk anak-anak kita.

Ditulis oleh : Ibnu S
#SKISsemarang

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.