PENDIDIKAN ANAK USIA 10 TAHUN s/d BALIGH

MATERI SOTIS #10

SEKOLAH ORANGTUA IMAM SYAFI’I

Oleh: Abdul Kholiq

KONDISI ANAK :

 Dalam Pendidikan Islam, usia 10 tahun adalah titik kritikal karena ini saatnya anak boleh dipukul ketika meninggalkan sholat, tentu pukulan yang tidak melukai dan menghinakan, namun seharusnya anak tidak perlu dipukul, karena ada waktu yang cukup dari usia 7 tahun ketika perintah sholat disampaikan. “Boleh dipukul” adalah warning mengingat mereka akan menjalani fase pendidikan terberat sepanjang masa anak-anaknya, yaitu fase murahaqah/pre aqilbaligh (10 tahun – Baligh). 

Jika disebut masa anak adalah masa bermain, maka di usia 10 tahun inilah batas masa bermain dan mulai serius menjalani pendidikan murahaqah sebagai persiapan menuju aqilbaligh di usia 14 – 15 tahun. Kebanyakan mereka yang menolak “bermain” pada masa anak adalah karena tidak memahami pada fase mana anak “bermain” dan pada fase mana mulai menggembleng diri baik bakat maupun akhlaq.

Di usia 10 tahun, juga diperintahkan untuk mulai memisahkan kamar anak dengan kamar orangtuanya, juga dipisahkan kamar anak lelaki dengan kamar anak perempuan.

 Di usia 10 tahun anak anak mulai dijuruskan sesuai bakatnya dan mulai fokus mengembangkan keterampilan dan pengetahuan yang menjadi potensi dirinya.

 Usia ini menjadi penting karena anak akan menghadapi tahap latih pre aqilbaligh di usia 10 tahun – baligh, dimana semua fondasi karakter keimanan, karakter belajar dan karakter bakat harus sudah selesai pada usia ini, termasuk perihal karakter seksualitas dimana ketertarikan pada lawan jenis sudah mulai ada, karenanya Islam mensyaratkan secara normatif dengan pemisahan kamar dan sholat tidak boleh ditinggalkan, ini agar anak anak fokus menghadapi masa latih di usia 10 tahun – baligh, yaitu masa terberat sepanjang masa anak-anak menuju pemuda.

 Pada usia ini penekanan pada pendidikan afektif, Emotional Intelligent, bekerja dalam grup kecil. Orang tua mengambil peran sebagai pelatih dan mentor, sedangkan anak sebagai pemagang.

 LANGKAH PEMBELAJARAN

 Menumbuhkan karakter keimanan melalui:

 Menumbuhkan kesadaran bahwa Allah ta’ala sebagai Ilah (satu-satunya sembahan/tauhid uluhiyyah) dengan memberikan keteladanan kepada mereka, konsisten dan ridha dengan perintah dan larangan Allah ta’ala.

Anak perlu mentor atau pendamping akhlaq (orang sholih) agar bermanfaat sebesarnya dengan semulia mulia akhlaq.

 Magangkan mereka dengan pendamping akhlaq (orang sholih) untuk membimbing anak konsisten terhadap pilihannya dan berani menanggung resikonya.

 Menguatkan nilai-nilai karakter positif yang akan mereka perjuangkan dalam hidup ini berkaitan dengan akhlaq dan tujuan penciptaan di muka bumi.

Anak dididik untuk bertanggung jawab terhadap orang lain dan lingkungannya, dimulai sejak umur 10 tahun.

 Umur 10 tahun adalah masa start up atau tancap gas untuk mengembangkan karakter dan potensi diri, dan masa bermain sudah berakhir beralih ke masa persiapan untuk bersikap dan berperan dalam kehidupan yang sebenarnya yaitu masa aqil baligh.

 Anak laki-laki didekatkan ibu, anak perempuan didekatkan ayah, untuk memahami sosok ideal lawan jenis yang pertama ditemuinya, bersama ayah atau ibunya.

 Menumbuhkan karakter belajar melalui:

Mendorong  anak untuk melakukan riset dan penalaran

Membimbing anak untuk melakukan project based innovation

 Pembelajaran bahasa ibu ke 2 (bahasa alquran dll)

 Belajar bersama alam (BBA). Memanfaatkan alam yang luas terbentang untuk proses pembelajaran 

Menumbuhkan Karakter Bakat melalui:

 Menyusun rencana pengembangan portofolio

 Mendorong dan membimbing anak untuk fokus pada bakatnya yang merupakan panggilan hidupnya.

 Anak perlu Coach atau Pendamping Bakat (maestro bakat) agar berkarya sebanyak-banyaknya dengan karya terbaik

 Meningkatkan potensi diri dengan magang kepada orang ahli (Maestro bakat).

Pembelajaran  model proyek berbasis bakat (Project Based Talent) dengan personalized Curriculum

 Membimbing anak untuk merancang startup business (bisnis pemula), mencari investor dan partner.

Anak mulai dilatih untuk membiayai/menghidupi diri sendiri sejak umur 10 tahun walaupun dengan prosentase masih kecil.

 Menguatkan Karakter gender, Anak perempuan didekatkan ke ayah dan anak lelaki didekatkan ke ibu agar masing-masing memperoleh sosok lawan jenis yang ideal dan tidak memberikan kepada lawan jenis yang bukan mahramnya.

PENYIMPANGAN PENDIDIKAN 

 Hanya fokus pada potensi akademik, sementara lupa atau lalai untuk mempersiapkan kemandirian dan kedewasaan atau aqilbaligh ketika usia 14 atau 15 tahun.

Tidak mendekatkan anak perempuan ke ayah, atau tidak mendekatkan anak lelaki ke ibu sehingga anak-anak tidak memperoleh idola lawan jenis pertama dari orang terdekatnya. Di usia ini penting bagi anak perempuan memahami lelaki dari sudut pandang lelaki, dalam hal ini ayahnya, dan juga penting bagi anak lelaki memahami perempuan dari sudut pandang perempuan, dalam hal ini ibunya.

 Menyeragamkan kurikulum untuk semua anak. Usia ini adalah puncak karakter bakat maka jangan sampai karakter bakat ini hilang begitu saja, lakukanlah pemetaan bakat dan perancangan personalized curriculum berbasis bakat.

Karakter Keimanan tidak tumbuh. Ada masa 3 tahun sejak anak diperintah sholat pada usia 7 tahun, dan boleh dipukul pada usia 10 tahun. Artinya, anak tidak perlu meninggalkan sholat dan dipukul apabila pendidikan mampu membangkitkan karakter keimanannya sebelum usia 10 tahun. Usia 10 tahun anak harus tuntas “mengenal” Allah. Jika keteladanan dan atmosfir keshalihan tidak terlalu baik atau kondusif di rumah, maka perlu diupayakan keteladanan dan lingkungan di luar rumah, misalnya dengan program Home Stay, atau menginapkan anak pada keluarga shalih dengan ayah ibu yang utuh.

Mengirimkan ke boarding school sebelum masuk aqilbaligh. Banyak kasus penyimpangan kejiwaan jika mengirimkan anak ke boarding school sebelum aqilbaligh. Konsep boarding school atau sekolah berasrama sebenarnya tidak dikenal dalam Islam untuk usia di bawah aqilbaligh (< 15 tahun), Islam hanya mengenal konsep homestay, atau menitipkan anak pada orang shalih.

# Pendidikan Karakter Nabawiyah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.