PENJURUSAN BAKAT

MATERI SOTIS #14

SEKOLAH ORANGTUA IMAM SYAFI’I

Oleh : Abdul Kholiq

Tentang penjurusan bakat, Imam Ibnul Qayyim rahimahullah dalam kitab Tuhfatul Maudud mengatakan:

ومما ينبغي أن يعتمد حال الصبي, وما هو مستعد له من الأعمال, ومهيأ له منها, فيعلم أنه مخلوق له, فلا يحمله على غيره ما كان مأذونا فيه شرعا.

“Perkara yang sudah sepatutnya diperhatikan oleh orang tua adalah keadaan si anak, bakat apa yang dia miliki, potensi apa yang terpendam pada dirinya. Maka orang tua hendaknya mengetahui bahwa untuk bidang itulah anaknya diciptakan. Maka orang tua hendaknya tidak memalingkan si anak dari bakatnya selama diperbolehkan oleh syari’at.” 

Seyogyanya anak mulai dijuruskan jalur studinya sejak usia 10 tahun. Sebab pada usia baligh anak sudah harus mandiri beribadah dan memiliki karya karena status baligh adalah mukallaf, yaitu sudah menanggung beban syariat. Maka mulai usia 10 tahun adalah masa persiapan baligh termasuk juga persiapan berkarya sesuai bakatnya.

Berdasar peran para sahabat radhiyallahu ‘anhum, maka penjurusan dapat dibagi sebagai berikut:

1⃣ AGAMA الدينية 

       Hafalan   الحفظ

       Tahfizhul Qur’an  القرآن 

       Tahfizhul Hadits  الحديث 

       Pemahaman   الفهم 

        Aqidah  العقيدة 

        Syari’ah  الشريعة

2⃣ KETERAMPILAN   المهارة

      Perdagangan  التجارة 

      Pertanian/peternakan  المزرعة 

      Industri  الصنعة

Maka orangtua hendaknya mengetahui pada juruan apakah anaknya memiliki potensi. Bisa jadi anak dominan dibidang diniyyah, bisa jadi anak akan banyak memberikan manfaat di bidang maharat

Tentang penjurusan Imam Ibnul Qayyim rahimahullah dalam kitab Tuhfatul Maudud mengatakan:

فإذا رآه حسن الفهم, صحيح الإدراك, جيد الحفظ, واعياً- فهذه علامات قبوله, وتهيئه للعلم, لينقشه في لوح قلبه ما دام خالياً, 

“Apabila orang tua melihat bahwa anaknya bagus pemahamannya, bisa mengerti dengan baik, hafalannya pun bagus, dan cerdas, maka ini menunjukkan tanda penerimaan dan kesiapan dia untuk belajar, untuk mengukir ilmu di dalam hatinya yang masih polos”.

وإن رآه ميالاً للتجارة والبيع والشراء أو لأي صنعة مباحة- فليمكنه منها, فكل ميسر لما خلق له.

“Namun apabila dia melihat anaknya memiliki kecenderungan kepada dunia perdagangan, jual-beli, atau pada bidang lain yang diperbolehkan oleh syariat (seperti pertanian, kedokteran, teknologi dll –pent) maka hendaknya orang tua memberi kesempatan kepada anaknya untuk mengembangkan potensi itu. Setiap orang akan dimudahkan oleh Allah untuk melakukan apa yang telah ditetapkan baginya.”

Anak yang cerdas, mudah paham, hafalannya bagus, mudah mengerti jika dijelaskan, maka anak tersebut dijuruskan pada jurusan diniyyah, baik bidang hafalan ataupun pemahaman. 

Namun jika anak cenderung sukanya bergaul dengan orang, senang menjalin pertemanan maka bisa dijuruskan pada jurusan perdagangan.

Jika anak senang bekerja dan tidak suka menganggur, maka bisa dijuruskan pada bidang industri.

Jika anak senang dengan binatang atau tanaman, maka bisa dijuruskan pada bidang pertanian/peternakan.

Orangtuanya hendak merenungkan pesan Ibnul Qayyim:

فإنه إن حمله على غير ما هو مستعد له- لم يفلح فيه, وفاته ما هو مهيأ له, 

“Apabila anak dipaksa untuk menyukai suatu bidang yang bukan bakatnya, maka dia tidak akan berhasil di bidang itu, dan luputlah darinya apa yang sebenarnya merupakan potensi dirinya“

Jadi

Apakah jurusan anakmu?

#Pendidikan Karakter Nabawiyah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.