Sepasang Sayap Khouf dan Roja’ dalam Mendidik Anak

Melihat kenyataan zaman sekarang, menimbulkan rasa miris bagi para orang tua yang anak-anaknya sedang tumbuh berkembang.
Ada dua sikap ekstrim yang pada umumnya dimiliki orang tua terhadap pendidikan anaknya:
1. Khawatir, takut, paranoid, sehingga anak-anaknya diproteksi dan disteril sedemikian rupa sehingga hampi-hampir tidak boleh melihat dunia luar dan tidak tersentuh dengan fakta zaman yang ada. Hal ini dilakukan agar anak tidak DIPENGARUHI oleh lingkungan yang sudah carut marut dan rusak.
2. Rileks dan optimis, bahkan terlalu rileks dan optimis seolah-olah anak-anaknya dalam keadaan aman-aman saja, yakin bahwa anaknya tidak mudah terpengaruh oleh lingkungan, bahkan sebaliknya akan MEMPENGARUHI.

Manakah sikap yang seharusnya..? Khawatir atau rileks…?
Ada beberapa hal yang menjadi pertimbangan bagi para orangtua tentang pendidikan anaknya, diantaranya:
1. Setiap anak terlahir dalam keadaan sudah memiliki benih-benih kebaikan yang telah Allah ta’ala tanamkan pada dirinya.
2. Anak memiliki sifat dapat dipengaruhi tetapi juga bisa mempengaruhi.
3. Tidak semua yang diluar rumah itu rusak dan jelek. Angin, batu, pohon, air, dan masih banyak mahluk di muka bumi ini yang masih baik. Bahkan masih banyak manusia yang memiliki kebaikan diantara yang rusak-rusak.
4. Tidak semua yang berada di dalam rumah itu baik, bahkan orangtua sendiripun pada dirinya kadang-kadang masih terdapat sifat atau perilaku yang buruk walaupun sedikit kadarnya, atau pada anggota keluarga lainnya pun sering terlihat keburukan-keburukannya.
5. Ada Dzat yang dapat membolak-balikkan hati manusia yaitu Allah ta’ala. Dialah yang mampu memberikan hidayah kepada manusia.

Setelah memahami berbagai pertimbangan tersebut maka dapat disimpulkan bahwa sikap yang bijaksana bagi orang tua bukanlah sikap khawatir atau rileks yang ekstrim, tetapi seharusnya bersikap seimbang antara khawatir dan rileks tersebut.
Khawatir karena takut akan murka Allah akibat ketidakmampuan mendidik anak, sikap ini disebut Khouf (takut murka Allah), khawatir akan pengaruh buruk lingkungan terhadap anak-anaknya.
Juga rileks dan optimis akan karunia Allah berupa petunjuk atau hidayah kepada anak-anaknya, disamping itu pada diri anakpun sudah tertanam benih-benih kabaikan dari Allah ta’ala. sikap ini dinamakan Roja’ (berharap karunia Allah).
Sifat Khouf dan Roja’ ibarat dua sayap burung untuk terbang. Apabila dua sayap seimbang maka burung akan dapat terbang dengan sempurna dan indah. Demikian juga apabila orang tua memiliki sifat khouf dan roja’ yang seimbang dalam mendidik anak, maka akan indahlah pendidikan tersebut bagi orang tua dan anak-anaknya.

2 Januari 2017

Oleh: Kholik
Sekolah Karakter Imam Syafi’i Semarang

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.