TUJUAN PENDIDIKAN

Oleh: Abdul Kholiq

MATERI SOTIS #5

Dalam menentukan tujuan pendidikan, perlu diperhatikan siapakah yang dididik, yaitu manusia. Oleh karena itu tujuan pendidikan harus selaras dengan tujuan diciptakannya manusia. Jika tujuan pendidikan tidak selaras dengan tujuan penciptaan manusia maka pendidikan hanya berupa kumpulan aktifitas-aktifitas tanpa makna.

Allah ta’ala menciptakan manusia dengan tujuan untuk dua hal, sebagaimana yang disebutkan dalam Al Qur’an yaitu:

  1. Tujuan Penciptaan Manusia untuk Beribadah Hanya kepada Allah Ta’ala

 Firman Allah ta’ala berkaitan dengan tujuan penciptaan manusia untuk beribadah:

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالاِنْسَ إِلاَّ لِيَعْبُدُونِ

“Tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia melainkan untuk beribadah kepada-Ku.” (QS. Adz-Dzariyat: 56)

Ibnu Katsir rahimahullah mengatakan, “Maka hendaklah ia mengerjakan amal yang shaleh”, maksudnya adalah mencocoki syariat Allah (mengikuti petunjuk Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, pen). Dan “janganlah ia mempersekutukan seorangpun dalam beribadat kepada Tuhannya”, maksudnya selalu mengharap wajah Allah semata dan tidak berbuat syirik kepada-Nya.

Kemudian beliau mengatakan, “Inilah dua rukun diterimanya ibadah, yaitu harus ikhlas karena Allah, dan harus mengikuti petunjuk Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam”.

Ibadah kepada Allah ta’ala selalu terkait dengan keimanan seorang hamba.Tentang keimanan, Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

أَكْمَلُ الْمُؤْمِنِيْنَ إِيْمَانًا أَحْسَنُهُمْ خُلُقًا

“Orang mukmin yang paling sempurna imannya adalah yang paling bagus akhlaqnya”(HR. At Tirmidzi 2537, Abu Dawud 4062)

 Jadi dapat disimpulkan bahwa tujuan penciptaan manusia untuk beribadah kepada Allah tercermin dari keimanan seorang hamba yang secara dhahir dapat dilihat pada akhlaqnya yang mulia.

*2. Tujuan Penciptaan Manusia Sebagai Khalifah di Muka Bumi*U

 Sedangkan tujuan penciptaan manusia sebagai khalifah di muka bumi adalah sesuai firman Allah ta’ala:

وَإِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلاَئِكَةِ إِنِّي جَاعِلٌ فِي الاَرْضِ خَلِيفَةً

“Dan (ingatlah) tatkala Tuhanmu berfirman kepada Malaikat : Sesungguhnya Aku hendak menjadikan di bumi seorang khalifah” (QS. Albaqarah:30)

Tujuan penciptaan manusia sebagai khalifah tersebut berkaitan dengan kinerja manusia di muka bumi, untuk memakmurkannya dan dilarang untuk berbuat kerusakan di dalamnya. Berkaitan dengan kinerja tersebut, Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam memerintahkan kepada umatnya untuk bekerja secara professional berdasar keahliannya masing-masing.

Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

اِنَّ اللهَ يُحِبُّ اِذَا عَمِلَ اَحَدُكُمْ عَمَلاً أَنْ يُتْقِنَهُ

“Sesungguhnya Allah menyukai seseorang jika bekerja, dia bekerja dengan profesional” (Shahih Al Jami’ Ash Shaghir: 1880)

Seseorang akan lebih profesional dalam kinerjanya jika kinerja tersebut bersesuaian dengan bakatnya. Setiap orang telah dikaruniai bakat oleh Allah ta’ala sejak lahir. Dan bakat merupakan bekal yang diberikan kepada setiap hamba agar dapat dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk menjalankan amanah sebagai khalifah di bumi ini dengan sebaik-baiknya. Walaupun dalam berkinerja seseorang melakukan amal keduniaan, namun kinerja tersebut dapat bernilai ibadah jika dilakukan di jalan Allah ta’ala.

Bekerja dalam bidang keduniaan seperti bidang pertanian, industri, jasa pelayanan, dan sebagainya, jika dilakukan dengan ikhlas dan tidak bertentangan dengan syariat, maka kinerja tersebut akan bernilai ibadah dan diberi pahala oleh Allah ta’ala.

Sehingga dalam urusan kinerja, hukum asalnya adalah diperbolehkan, kecuali ada larangan dari syariat Agama Islam. Kinerja tersebut berkaitan dengan produktifitas yang pada akhirnya dengan produktifitas tersebut dapat memberikan manfaat sebesar-besarnya kepada orang lain melalui perannya dalam masyarakat atau peradaban.

Tujuan pendidikan:

Terbentuknya generasi yang bermanfaat bagi peradaban dengan semulia-mulianya akhlaq

jika anak kita kelak menjadi seorang pengusaha, maka jadikanlah pengusaha yang berakhlaq mulia.

Jika anak kita kelak menjadi ahli fiqih, maka jadikanlah ahli fiqih yang berakhlaq mulia.

apapun jadinya anak kita kelak, jadikanlah bermanfaat bagi ummat dan berakhlaq mulia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.